您的当前位置:首页 > 探索 > Pemberian Insentif untuk Mobil Listrik Bakal Dihapus? 正文
时间:2025-05-28 11:57:43 来源:网络整理 编辑:探索
Warta Ekonomi, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengevaluasi pemberian insentif quickq苹果下载安装
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengevaluasi pemberian insentif untuk mobil listrik yang akan berakhir pada Desember 2025 nanti.
"Tentu akan ada evaluasi karena beberapa insentif juga akan berakhir pada 2025, termasuk impor battery electric vehicle (BEV)," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono.
Ia menambahkan pemerintah terus melakukan langkah demi mempercepat target net zero emission (NZE) berupa regulasi yang mendukung pengembangan mobil ramah lingkungan, tidak hanya BEV, juga meliputi kendaraan lain, seperti hybrid dan hidrogen.
Tunggul menegaskan penguatan regulasi untuk mendukung elektrifikasi juga harus selaras dengan kewajiban pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proses produksi kendaraan bermotor.
Sebagai bentuk dukungan konkret, dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan program insentif perpajakan bagi perusahaan yang menunjukkan komitmen investasi di Indonesia.
Bentuk insentif tersebut meliputi pembebasan bea masuk (BM) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) untuk kendaraan listrik completely built up (CBU), insentif BM dan PPnBM untuk kendaraan listrik completely knocked down (CKD) dengan TKDN yang masih berada di bawah ketentuan roadmap, guna mendorong percepatan realisasi investasi sambil menjaga kelangsungan industri lokal.
Selain kendaraan listrik, industri otomotif yang memproduksi kendaraan hybrid dan tergabung dalam program low carbon emission vehicle (LCEV) juga mendapatkan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen, sebagai bentuk dukungan terhadap transisi bertahap menuju teknologi kendaraan yang lebih bersih.
Untuk diketahui, pemerintah telah memberikan insentif melalui paket stimulus untuk mendongkrak adopsi kendaraan ramah lingkungan roda empat, mulai dari pengurangan PPN 10 persen, pembebasan bea masuk (CBU), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dengan komitmen investasi.
Segmen hybrid, baik mild hybrid hingga plug-in hybrid (PHEV) juga mendapat pemangkasan pajak 3 persen untuk PPnBM untuk anggaran 2025, asal memenuhi syarat lokalisasi dan penggunaan TKDN.
Katanya Seks Bisa Menurunkan Tekanan Darah, Benarkah?2025-05-28 11:39
Gembok Dibuka, Saham NICL Kembali Diperdagangkan pada 26 Mei 20252025-05-28 11:22
Tak Cuma HMPV, Kasus Influenza juga Naik dan Warga Diminta Waspada2025-05-28 11:18
Jokowi Resmikan Stasiun Manggarai Tahap I, jadi Stasiun Kereta Paling Sibuk di Jakarta2025-05-28 11:13
Bukan Cuma Jepang, Bursa Asia Dibayangi Ketidakpastian Manuver Trump2025-05-28 10:54
JPU: Banyak Kejanggalan soal Tuduhan Kekerasan Seksual Putri Candrawathi2025-05-28 10:08
Pusingnya Pabrikan Mobil Uni Eropa Hadapi Trump yang Semaunya Sendiri2025-05-28 10:05
Tingkatkan Efisiensi Industri Keramik, Kemenperin Dorong Penerapan Wajib SNI2025-05-28 10:03
10 Contoh Soal Tes Potensi Dasar PCPM Bank Indonesia 2024, Referensi Belajar agar Lolos Seleksi!2025-05-28 09:40
September 2017, Ekspor Jabar Turun 9,77 persen2025-05-28 09:35
Komoditas Layak Pantau di 2024: Emas, Minyak, dan Komoditas Eksotis2025-05-28 11:46
Ekosistem Ojol Rumit, Menhub Serukan Aturan yang Hati2025-05-28 11:43
IDI: Belum Ada Obat dan Vaksin Khusus untuk Virus HMPV2025-05-28 11:33
BPOM Wanti2025-05-28 11:28
Gerindra Maklumi Polri Habiskan Rp76 Miliar Tangani Aksi Damai2025-05-28 11:25
FOTO: teamLab Planets Tokyo, Museum Seni Terbanyak Dikunjungi di Dunia2025-05-28 10:42
2025英国电影研究专业大学排名2025-05-28 10:14
Simak Ya, Ini Cara Cegah Anak Tertular Virus HMPV di Sekolah2025-05-28 10:04
Respon Menaker Soal Korban Judi Online Masuk Penerima Bansos2025-05-28 09:59
Simak, Saksi Ahli Hukum Pidana Sebut Hasil Tes Poligraf Bharada E Bisa Menjadi Alat Bukti Sah2025-05-28 09:51